Puisi Akrostik 1:
Aku masih seperti dulu-dulu
Gigih mengejar rindu
Usahkan rindu ilmu selalu
Selalu saja mimpi itu ada
Tak lekang waktu dan masa
Inilah yang terus membuatku bertahan
Namamu selalu kupatri serupa prasasti
Adakah nama itu tertuliskan: maju selalu pasti
Tidak kali ini
Rasakan dialog diri
Indah bersama-Mu menyendiri
Rahasia
bersama Dia
Allah Allah Allah
Huakbar
Allah Allah Allah
Ya Dia
Untuk tempat sandaran segala
Puisi Akrostik 2 :
Alam tersenyum menyambut langkahmu,
Gemintang
pun malu kalah bersinar.
Untaian
doa selalu mengiringi,
Semangatmu
bagai mentari pagi.
Tegar
menghadapi badai kehidupan,
Iman
dan cinta jadi pegangan.
Nafas
perjuangan tak pernah padam,
Arahmu
jelas menuju kebaikan.
Tanganmu
menebar kasih dan asa,
Raut
wajahmu penuh ketulusan.
Indah
budi dan tutur katamu.
Rindang
hati yang memberi teduh,
Ajaran
bijak mengalir lembut.
Harapan
tumbuh di setiap langkah,
Alangkah
indah jejak perjalananmu.
Yakinlah,
dunia butuh inspirasimu,
Untuk terus menerangi tanpa lelah
Puisi Akrostik 3 :
Awan
kelabu takkan menghalangi langkahmu,
Gerimis
pun berubah jadi pelangi karena senyummu.
Untuk
setiap mimpi yang kau genggam erat,
Semesta
selalu berpihak pada hati yang gigih.
Tiap
tetes keringatmu adalah doa yang bergerak,
Inspirasi
lahir dari keberanianmu.
Nyala
semangatmu menembus malam,
Arah
hidupmu dituntun cahaya harapan.
Tak
ada badai yang mampu meruntuhkanmu,
Rasa percaya diri adalah
sayapmu.
Ingatlah,dunia ini luas
uuntuk kau jelajahi.
Rangkullah hari-hari dengan cinta,
Andai lelah datang,
istirahatlah sebentar-jangan menyerah.
Hati yang tulus selalu
menemukan jalan,
Alangkah indah bila kau
terus maju.
Yakinlah,masa depanmu
bersinar terang,
Untuk selamanya, cintamu
pada hidup akan menang.


0 comments:
Posting Komentar