SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 1 WIDANG *WASTU* Sekolah Adiwiyata Nasional - Sekolah Berkarakter - Sekolah Ramah Anak - "Budayakan 5 S : Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun"

Kamis, 25 September 2025

Bumi makin panas, apa yang bisa kita lakukan dari sekolah ?



Oleh: Rosetiningrum, S.Pd.

Perubahan iklim kini menjadi isu yang semakin terasa di seluruh dunia. Suhu rata-rata Bumi terus meningkat dari tahun ke tahun, fenomena yang dikenal sebagai pemanasan global.

Global Warming atau pemanasan global merupakan suatu bentuk ketidakseimbangan ekosistem yang terjadi di bumi, yang diakibatkan oleh adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer dan permukaan bumi. Pemanasan global terjadi akibat adanya peningkatan emisi gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2) metana (CH4) nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2) dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas rumah kaca ini mengakibatkan pancaran panas matahari yang telah dipantulkan oleh permukaan bumi dalam bentuk sinar infra merah terperangkap di dalam atmosfer bumi, menyebabkan suhu atmosfer bumi yang semakin panas (Riyanto, 2007). Aktivitas yang menyebabkan peningkatan gas rumah kaca diantaranya adalah penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar minyak bumi, kegiatan industri yang menghasilkan bahan baku, pemakaian pupuk nitrogen yang berlebihan dalam sektor pertanian, juga penggunaan batubara sebagai bahan pembangkit listrik yang melepaskan gas rumah kaca berupa CH4 ke udara Dampaknya mulai kita rasakan: cuaca semakin ekstrem, es di kutub mencair, permukaan laut naik, dan keanekaragaman hayati terancam.

Sekolah sebagai tempat belajar juga bisa berperan untuk mengurangi dampaknya.

Usaha yang dapat dilakukan sekolah untuk mengurangi dampak pemanasan global mencakup hemat energi dan air, pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penghijauan melalui penanaman pohon, pemilihan transportasi ramah lingkungan untuk warga sekolah, dan kampanye serta edukasi mengenai kesadaran lingkungan. Selain itu, sekolah dapat mengadopsi teknologi hijau seperti lampu LED atau panel surya serta mendukung proyek kolaboratif untuk solusi iklim, termasuk advokasi kebijakan lingkungan yang lebih baik. 

Berikut adalah rincian usaha tersebut:

1. Efisiensi Energi dan Air

Hemat Listrik: Mematikan lampu, kipas angin, dan perangkat elektronik saat tidak digunakan, serta mencabut kabel saat tidak dipakai. 

Penggunaan Peralatan Hemat Energi: Mengganti lampu dengan LED yang lebih efisien energi. 

Hemat Air: Memperbaiki keran yang bocor dan meminimalkan penggunaan air di sekolah. 

 

2. Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang

Prinsip 3R: 

Menerapkan pengurangan sampah plastik sekali pakai (reduce), penggunaan kembali barang (reuse), dan daur ulang sampah (recycle). 

Program Daur Ulang: 

Mengadakan program pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik untuk didaur ulang. 

 

3. Penghijauan 

Penanaman Pohon: Menginisiasi dan merawat kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolah dan sekitarnya untuk menyerap karbon dioksida.

 

4. Transportasi Ramah Lingkungan

Transportasi Alternatif: 

Mendorong siswa dan staf untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk mengurangi emisi kendaraan. 

Peralihan Kendaraan Sekolah: 

Mendukung penggunaan bus sekolah bertenaga listrik untuk menciptakan udara yang lebih bersih. 

 

5. Edukasi dan Kampanye 

Sosialisasi dan Kampanye: 

Mengedukasi siswa dan komunitas sekolah tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengatasi pemanasan global.

Proyek Kolaboratif: 

Melibatkan siswa dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan lingkungan, seperti kunjungan lapangan ke taman nasional atau kegiatan penghijauan lainnya.

6. Inovasi dan Advokasi

Adopsi Tekhnologi Hijau: 

Menggunakan teknologi seperti panel surya untuk memenuhi kebutuhan energi sekolah. 

Advokasi Kebijakan: 

Mendorong siswa untuk mengusulkan dan mendukung kebijakan lingkungan yang lebih baik di tingkat sekolah maupun komunitas. 

 

             Demikianlah hal- hal yang bisa kita lakukan dari sekolah, meski kecil tapi paling tidak memberikan kontribusi agar dampak itu terkurangi, sehingga keberlangsungan kehidupan yang normal masih bisa dinikamati oleh orang banyak. Kalau bukan kita yang menjaga bumi, harus siapa lagi???



0 comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Edit by Admin Wastu | Admin : EbeNkPlaosan - Premium Blogger Themes | UPT SMP Negeri 1 Widang