Oleh : Nanang Syafi’i
Ada kalanya hidup terasa seperti panggung sandiwara, dan
aku, dengan segala keterbatasanku. Tuhan,
Dia yang Maha Baik, tak henti-hentinya menuliskan kisah hidupku dengan sentuhan
humor dan kejutan yang sering kali membuatku tertawa dalam keheranan.
Aku sering merasa Tuhan
memiliki selera humor yang luar biasa. Bayangkan saja, ada banyak momen dalam hidupku
di mana hal-hal
tak terduga terjadi,
seolah- olah Tuhan sedang bermain-main denganku. Misalnya, ketika aku
sudah berusaha keras merencanakan sesuatu, tiba-tiba rencanaku berantakan
begitu saja. Di saat itu, aku mungkin merasa kesal, kecewa, atau bahkan
bingung. Namun, di ujung cerita, selalu ada pelajaran berharga yang membuatku
tersenyum sambil berkata, "Oh, jadi ini maksud-Mu, Tuhan?"
Tuhan memang teramat baik kepadaku.
Aku tak bisa menghitung berapa banyak
anugerah yang telah Dia berikan
dalam hidup ini. Setiap hembusan
napas adalah bukti nyata kasih-Nya. Setiap langkah yang aku pijak adalah
tanda bahwa Dia masih mengizinkanku menikmati hidup. Namun, terkadang aku merasa Tuhan suka mencandai hidupku. Seolah-olah
Dia mengatur semuanya seperti sebuah skenario yang penuh kejutan.
Ada saat-saat ketika aku merasa segalanya berjalan begitu
lancar, seolah dunia berkonspirasi untuk memberiku kebahagiaan tanpa batas.
Namun, di lain waktu, Tuhan
seakan-akan memasukkan unsur humor dalam hidupku. Kejadian- kejadian yang tak terduga
sering kali datang,
membuatku tertawa sendiri,
bahkan ketika awalnya terasa seperti ujian berat.
Pernah suatu ketika aku merasa segala rencanaku telah tersusun rapi. Aku sudah merancang masa depan dengan
sangat detail, menghitung setiap langkah, mengantisipasi setiap kemungkinan.
Namun, Tuhan, dengan senyum-Nya yang mungkin
jahil, menertawakan kepastianku. Dia membelokkan jalanku
ke arah yang sama sekali tak kuduga. Saat itu, aku sempat mengeluh, bertanya-tanya, mengapa
semuanya
tak berjalan sesuai keinginanku. Tetapi kini, ketika aku melihat ke belakang, aku menyadari bahwa
setiap belokan yang Dia buat justru membawaku pada hal-hal yang jauh lebih
baik.
Ada satu momen yang tak pernah kulupakan. Waktu itu, aku begitu berambisi untuk mendapatkan sebuah hal
yang menurutku sempurna. Aku
mempersiapkan diri, berdoa, dan bahkan bermimpi tentang posisi itu. Tapi apa
yang terjadi? Aku tak
dapatkan itu. Rasanya seperti
dipermainkan. Namun, beberapa
bulan kemudian, aku justru mendapatkan hal yang jauh
lebih baik, hal berharga yang bahkan tak pernah kupikirkan sebelumnya. Dalam
hatiku, aku membayangkan Tuhan
tersenyum sambil berkata, "Kamu terlalu sibuk mengejar yang kecil, padahal Aku sedang menyiapkan yang besar
untukmu."
Tuhan memberiku cobaan, tapi di dalamnya selalu ada hikmah. Dia
memberiku kesedihan, tapi di balik itu tersimpan pelajaran. Dia mengujiku dengan kehilangan, tapi
menggantinya dengan sesuatu yang lebih indah.
Tuhan memang suka mencandai hidupku, tetapi aku tetap menikmatinya. Karena aku tahu, dalam setiap canda-Nya,
ada kasih yang tak bertepi.
Setiap hari, aku belajar untuk lebih percaya. Hidup ini bukan tentang
memahami setiap rencana Tuhan, melainkan tentang menikmati setiap perjalanan
yang Dia atur. Aku telah belajar bahwa meskipun aku tidak selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, aku selalu
mendapatkan apa yang aku butuhkan. Dan itu lebih dari cukup.
Jadi, meskipun Tuhan sering kali
mengatur hidupku dengan kejutan-kejutan yang membuatku geleng-geleng kepala,
aku tetap bersyukur. Aku tetap
menikmati hidup ini. Aku tahu, di
balik segala kejadian, ada tangan-Nya yang tak pernah lelah merancang sesuatu
yang terbaik untukku.
Dan aku pun, dengan senyum
kecil, siap untuk menerima
apa pun candaan-Nya berikutnya.
Dan ternyata, candaan-Nya belum berhenti. Beberapa waktu
lalu, aku dihadapkan pada sebuah keputusan besar yang aku pikir akan menentukan
jalan hidupku ke depan.
Aku merasa sudah
cukup matang untuk
membuat pilihan, namun lagi-lagi Tuhan memiliki rencana
lain. Dengan cara yang tak terduga, Dia menghadirkan orang-orang baru dalam
hidupku, membawa kesempatan-
kesempatan yang sama sekali
tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Aku sempat ragu, bahkan takut, tetapi aku
memilih untuk percaya.
Ketika aku akhirnya mengikuti alur yang Tuhan buat, aku
mendapati bahwa ternyata kejutannya jauh lebih indah
dari yang pernah
aku bayangkan. Aku bertemu
dengan orang-orang yang menginspirasi, mendapatkan pengalaman yang memperkaya
jiwa, dan semakin memahami bahwa dalam setiap langkah yang Dia arahkan, selalu
ada berkah yang tersembunyi. Kini aku lebih siap menghadapi kehidupan, bukan
dengan ketakutan, tetapi dengan keyakinan bahwa Tuhan akan terus membimbingku
dengan segala candaan kasih-Nya.
Aku teringat sebuah
kejadian lucu yang hampir membuatku malu setengah mati. Saat itu aku sedang menghadiri sebuah acara penting, dan dengan percaya
diri aku berjalan ke depan ruangan untuk menerima penghargaan. Namun, tanpa
kusadari, tali sepatuku terlepas, dan aku pun tersandung dengan gaya yang
dramatis di hadapan banyak orang. Ruangan sejenak terdiam sebelum akhirnya
meledak dengan tawa. Aku sendiri hanya bisa tertawa
sambil menahan rasa malu. Namun, di
balik kejadian itu, aku mendapat banyak pelajaran. Aku belajar bahwa tak perlu terlalu serius dalam hidup ini.
Kesalahan kecil bukanlah akhir dari segalanya, dan sering kali justru membuat
hidup lebih berwarna.
Namun, di balik semua "candaan" itu,
aku tahu satu hal: Tuhan selalu memberikan yang terbaik.
Dia tahu kapan harus membuatku
tertawa, kapan harus memberiku ujian, dan kapan harus mengajarkan makna sabar. Bahkan ketika aku merasa
hidup ini seperti teka-teki yang rumit, aku percaya Dia sedang menyusun
potongan-potongannya puzzle agar akhirnya
menjadi gambaran yang indah dan menyatu.
Aku belajar menikmati hidupku, bukan karena semuanya selalu
berjalan sesuai rencana, tapi karena aku tahu Tuhan selalu punya rencana yang lebih
baik. Ketika aku terjatuh, aku tahu Dia ada di sana untuk mengangkatku. Ketika
aku tertawa, aku tahu Dia juga tertawa bersamaku.
Hidup ini memang penuh dengan kejutan,
kadang manis, kadang
getir.
Namun, di setiap liku-likunya, aku merasakan kehadiran
Tuhan yang begitu dekat.
Dia yang menghapus air mataku, menuntun langkahku, dan sesekali membuatku
tertawa dengan cara-Nya yang unik.
Tuhan memang suka mencandai hidupku, tapi aku tak pernah
merasa dikhianati. Justru, di setiap candaan itu, aku semakin menyadari betapa
Dia mencintaiku. Dan aku? Aku begitu
menikmati setiap detik kehidupan ini, bersama Tuhan yang teramat baik, Sang Sutradara
Agung. Meski seringkali aku lengah dari yang semestinya. Maaf ya Tuhan, aku
tetap hamba-Mu yang berharap kasih-Mu.
Tasmad, akhir Januari
2025
*Penulis adalah
kepala sekolah UPT SMPN 1 Widang


0 comments:
Posting Komentar